Serial Tafsir Ayat Muamalat #.1

QS Al-Baqarah : 29: 

Oleh : Muhammad Sofwan Jauhari

Dosen  STIUDI ALHIKMAH  email : sofwanjauhari@gmail.com

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (29) } [البقرة: 29]

Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untuk kalian, kemudian Dia menuju langit, lalu menyempurnakannya menjadi tujuh lapis langit. Dia maha mengetahui atas segala sesuatu.” (Surat Al-Baqarah ayat 29)

Ayat ini.menjelaskan bahwa Allah SWT telah menciptakan.benda-benda atau makhluk yang ada di bumi, baik yang ada di dalam perut bumi maupun yang di atas bumi, dan semua itu diciptakan oleh Allah SWT untuk kalian, umat manusia, manusia, khususnya.orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Allh SWT. Oleh sebab itu, maka semua benda yang diciptakan oleh Allah di bumi ini pada umumnya boleh dikonsumis, dimanfaatkan dan atau dinikmati.oleh umat Islam. Dengan kata lain, orang Islam boleh menjadi kaya dan menikmati benda-benda tersebut.

Dari sisi hukum tentang makanan, dari ayat ini dapat dipahami bahwa makanan yang diciptakan oleh Allah SWT dalam bentuk aslinya, khususnya yang berasal dari tumbuhan dan atau buah buahan pada dasarnya adalah halal dan boleh dikonsumsi. Jadi, semua tumbuhan atau buah-buahan yang tidak disebutkan namanya atau hukumnya di dalam Al-Quran atau hadits, maka hukum dasarnya adalah halal.. Semua tumbuhan atau buah-buahan adalah halal kecuali ada dalil lain yang menjelaskan keharamannya. Artinya kita akan mengatakan haram  mana kala ada dalil lain yang menjelaskan keharamannya, jika tidak ada dalil yang menjelaskan haramnya maka dia adalah halal. 

..

Contohnya, bila ada tumbuhan atau buah buahan yang berbahaya untuk kesehatan atau keselamatan nyawa manusia seperti ganja, maka hal ini kita katakan haram karena berbahaya. Syariat Islam diturunkan oleh Allah SWT untuk menjaga kemaslahatan 5 kebutuhan dasar manusia yang disebut Adz-dharuriyyatul khams  (Aqidah, Nyawa, Akal, harga diri/keturunan, dan harta).  Pohon ganja yang berbahaya bagi kesehatan manusia menjadi haram dikonsumsi, dalam hadits juga dijelaskan adanya kaidah:

  • لا ضرر ولا ضرا ر

Jadi sesuatu yang berbahaya itu tidak boleh dikonsumsi..

Contoh konkretnya, ada seseorang yang pergi ke suatu hutan, kemudian dia kehabisan bekal dan tidak mendapatkan makanan kecuali  tumbuhan dan atau buah-buahan yang dia tidak tahu namanya dan belum pernah melihat sebelumnya, tetapi banyak burung yang memakannya, maka dia bisa mencoba sedikit, dengan mengkonsumsi  sedikit dia bisa tahu rasa dan dampak terhadap tubuhnya, kalau ternyata tidak berbahaya, maka itu adalah halal baginya. 

Dari ayat ini juga dapat dipahami bahwa alam semesta dengan semua sumber daya alam yang terkandung di dalamnya telah diciptakan oleh Allah SWT untuk umat Islam, oleh karena itu seharusnya umat Islam mampu melakukan ikhtiar sehingga dapat memanfaatkan sumber daya alam dengan baik.. Contohnya emas, minyak dan batu bara, semuanya diciptakan oleh Allah SWT untuk kemaslahatan umat manusia. Umat Islam seharusnya bisa melakukan eksplorasi, mengolah dan memberdayakannya menjadi sesuatu.yang bermanfaat bagi umat manusia.  Ketidakmampuan umat Islam dalam mengolah sumber daya alam adalah kekurangan dan kelemahan yang harus diperbaiki.   .Jangan sampai Allah SWT menciptakan emas, batu bara, uranium dan minyak untuk umat Islam tetapi umat Islam tidak mampu mengelolanya, sehingga semuanya akan dikuasai oleh orang-orang yang tidak beriman dan  digunakan untuk kepentingan mereka.  

Pelajaran yang dapat kita ambil dari ayat di atas adalah bahwa umat Islam harus mampu mengelola sumber daya alam. dan digunakan untuk kemaslahatan umat manusia. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikutnya (AL-BAqarah 30) bahwa umat Islam adalah khalifatullah fil ardi  yakni wakil Allah SWT dalam mengelola alam semesta. Semua ini adalah titipan dari Allah swt yang harus kita gunakan untuk tegaknya kebaikan. Wallahu a’lam.